Berangkaaaattt..........!!!!!


Hari pemberangkatan pun tiba!!!!!!!!!!

Perjalanan yang cukup menyebalkan dari rumah sampe ke kampus, karena supir taksinya marah-marah. Huahahahaha………..hihihih………(tawa mak lampir mode ON) gimana nggak marah, rumahku dekatnya minta ampun hanya karena barang-barang aja yang pada berat makanya pake taksi. Wajar sih, soalnya bayarannya ga’ sampe 10.000, mana yang naik empat orang lagi [makin tertawa, huahahahahaha………]. Tapi………………ehm cuek aja, yang harus aku kerjain sekarang adalah mencari bus yang akan membawaku ke tempat antah berantah, (dimana itu, bagaimana itu, siapa itu huaaaaaa………………)

Melewati sekian banyak orang yang berkumpul tidak jelas, demi mencari bus. Setelah menunggu berjam-jam, bus tidak kunjung berangkat. Beberapa mahasiswa sedang berkumpul membicarakan sesuatu yang agak penting kayaknya, huh…….jangan sampai pembatalan pemberangkatan juga terkena imbasnya pada kecamatanku. Untung saja, korcam (Koordinator kecamatan) berhasil melobi. Setelah peluk hangat dari Etta dan Mammiku, akhirnya aku menempuh perjalanan panjang ke Pinrang Kec. Patampanua Desa Pincara. Asli………tulang dudukku remuk tak karuan, mana bus sepi sekali karena semua molor. Jadilah handphoneku sebagai pelampiasan kesepian. Setelah mengalun beberapa lagu, dan melewati setiap kabupaten dan kota (ehm……tepatnya 1, 2, em….4 kota ), akhirnya kami sampe di kantor kecematan Teppo (ibu kota kecamatan patampanua) pukul empat, tidak tepat, nda tau apakah lebih, dan tidak tau apakah kurang karena aku fokus pada barangku yang mulai diturunkan sopir bus. Para penghuni cewek posko pincara mulai grasa-grusu mencari three musketeers cowok yang nggak menunjukkan batang hidungnya sampai saat ini. Satu orang telah di temukan dan ehm……kesan pertama kayaknya agak menyeramkan yach!! [bad boy, gitu… tampang-tampang tukang demo], nyang satunya lagi, kodong……baru diketemukan setelah tenggelam di tumpukan jerami dan huaa………….ikhwan euy…..

Setelah melewati serangkaian acara penyambutan, kami (K’ Jum, Uni, Uty, Dilla, K’ Dion, dan Zain plus aku tentunya dan minus satu cowok yang katanya masih ada di Palu) melaju ke desa Pincara, K’ Jum dan Uni naik mobil pak desa bersama kumpulan barang-barang, sedangkan yang lain harus naik ojek. Naik ojek berdua membuat pantatku sakit, asli…….bokongku mau patah untung poskoku tidak jauh-jauh amat. (em……………..kayaknya lumayan jauh)

Sampai dirumah [eh salah……………berasa rumah aja gitu] sampe di posko, kami atur barang dan mulailah drama kehidupan baru bersama orang baru yang nda tau sikapnya bagaimana, dan orangnya seperti apa. Makan malam bersama lauk pauk apa adanya hasil jarahan dari rumah masing-masing waktu di Makassar plus obrolan di kamar mulai membuka sikap masing-masing. Well………….sejauh ini cukup menyenangkan terlebih semua mahluk ini rada-rada sinting tapi tentunya hidup tanpa orang menyebalkan juga nggak bakalan lengkap. Akhirnya untuk melengkapkan babak baru kehidupan kami selama dua bulan kedepan, diisi dengan seorang cowok annoying setelah pengenalan sikap melalui pandangan mata yang dilakukan di dalam hati masing-masing mahasiswa ini.

0 komentar:

Posting Komentar